Senin, 29 Juli 2019

Jorok! Kali Bahagia Bekasi Dipenuhi Tumpukan Sampah

Sampah menghampar di Kali Bahagia RT 13/11 Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sampah menghambat aliran sungai, bahkan air kali tidak tampak saking banyaknya sampah yang menumpuk.

Foto : Isal Mawardi/Detikcom

Pantauan detikcom, Senin (29/7/2019) pukul 08.42 WIB, di lokasi, hampir seluruh permukaan Kali Bahagia dipadati sampah. Air kali tampak menghitam.

Mayoritas sampah di Kali Bahagia yakni sampah plastik. Terlihat pula berbagai jenis styrofoam. Sampah membentang di Kali Bekasi sekitar 1 kilometer.

Air kali tampak menghitam, sementara tercium bau tak sedap di sekitar lokasi. Terlihat sejumlah lalat mengerubungi sampah yang menggenang.

"Pokoknya sudah dua bulan ini lah (kali penuh sampah)," ujar warga sekitar, Junnah, kepada detikcom di lokasi.

Junnah menduga sampah yang menumpuk di Kali Bahagia, berasal dari sebuah pasar di Kecamtan Babelan. Meski berjualan dekat Kali Bahagia, Penjual lontong sayur itu tak merasa kebauan.

"Nggak (kebauan) sih. Baru-baru doang ya, kalau sekarang mah udah biasa aja. Laler mah biasa. sejauh ini nggak kena penyakit," ujar Junnah.

Warga lainnya, Mega, mengatakan bukan warga setempat yang membuang sampah. Ia mengaku sering melihat warga yang melintasi Kali Bahagia membuang sampah.

"Ada kadang-kadang saya lihat orang naik motor buang ke sini," ujar Mega.

"Kadang-kadang (jam) pas mau kerja. Nggak tau deh dari mana aja (pembuang sampah) kan orang dari sana (Babelan) banyak. Lagi berangkat kerja jam 5 ya buang, habis buang, langsung lari. Kadang-kadang kalau ketahuan diomelin 'hey ngapain'," ujar Mega.

Di musim hujan, sampah sering menimbulkan banjir di Kali Babelan. Warga baru turun tangan membersihkan kali ketika hujan turun.

"Iya kalau banjir, kan ada besi PAM, jadinya sampah nyangkut di situ nggak diangkutin yaa didorong aja," tukasnya.

Sumber : Detik.com (link)

Imbas Kali Bahagia yang Dipenuhi Sampah, Pengairan Sawah Warga Menghitam

Pengairan sawah-sawah milik warga yang berasal dari Kali Busa atau Kali Bahagia, Kelurahan Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi menghitam.

Foto : Kompas.com

Fenomena ini diduga merupakan imbas dari Kali Bahagia yang dipenuhi sampah plastik sampai sepanjang 2 kilometer.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Senin (29/7/2019) sore, lahan luas berupa sawah dan rawa-rawa di balik Kali Bahagia mengeluarkan aroma tak sedap. Tanaman padi menancap di sawah yang berlumpur hitam. Entok, soang, dan kambing hilir-mudik di tepinya.

Di sekitar lahan luas itu, berderet rumah-rumah warga yang diduga merupakan bangunan liar berbekal surat pemanfaatan lahan sementara yang dikeluarkan Kementerian PUPR selaku pemilik lahan.

Rudi, salah satu petani, menyebut bahwa tercemarnya pengairan ke sawahnya tak berdampak buruk bagi kualitas padi yang ia tanam.

"Bagus-bagus saja, enggak pengaruh. Tetap bening dia berasnya," ujar Rudi kepada Kompas.com, Senin.

Pendapat Rudi diamini oleh Sumaryati yang juga menggarap sawah di depan rumahnya.

"Tetap enak, kecuali kalau dari kali banjir karena mampet sama sampah. Kalau banjir, padinya pada rebah, jadi bontok. Enggak putih lagi berasnya," kata Sumaryati.

Masalahnya, tak jauh dari lahan persawahan itu, endapan sampah plastik sudah begitu parah membendung aliran Kali Bahagia.

Beberapa ayam hitam bahkan dengan leluasa seliweran di atas tumpukan sampah anorganik rumah tangga tersebut.

Akibatnya, pada puncak musim hujan, banjir pasti meluap dari Kali Bahagia.

Di puncak musim hujan, banjir bisa merendam sekolah hingga 3-4 kali sebulan.

"Hujan 2 jam, kering 2 hari. Jadi kalau sudah begitu, libur 2-3 hari, karena sekolah terendam. Hujan lagi, banjir lagi, libur lagi," ujar Sekretaris Kelurahan Bahagia, Mawardi, yang wilayahnya juga dilintasi kali tersebut.

Saat ini, sepanjang 1,5 hingga 2 kilometer aliran Kali Busa atau Kali Bahagia tertutup sampah dari berbagai jenis anorganik rumah tangga mulai dari styrofoam, kantong, dan botol plastik. Aroma tak sedap menyeruak dari kali yang tak terlihat aliran airnya.

Sumber : Kompas.com (link)

Kali Busa Bekasi Dipenuhi Sampah Sepanjang Dua Kilometer

Sampah sepanjang dua kilometer menumpuk di aliran Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, sejak lima bulan terakhir. Penumpukan berbagai jenis sampah itu semakin memperparah banjir di wilayah setempat. Dampak lainnya, warga juga mulai terkjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Foto : Republika.co.id

Berdasarkan pantauan Republika.co.id pada Senin (29/7), tampak aliran kali itu dipenuhi sampah berupa styrofoam dan plastik bekas bungkus makanan. Penumpukan sampah di sungai selebar empat meter itu juga mengakibatkan airnya tak lagi mengalir. Selain itu, bau tak sedap juga mulai menyeruak.

Ketua RW 03, Kelurahan Bahagia, Tugimin megatakan, sampah menumpuk di sana sudah terjadi sejak bulan Maret 2019 lalu. "Ini mayoritas sampah rumah tangga," kata Tugimin, Senin (29/7).

Tugimin menjelaskan, Kali Busa itu merupakan anak Kali Jati Luhur. Alirannya membentang dari wilayah Kota Bekasi hingga ke Wilayah Kabupaten Bekasi. "Sampah dari wilayah Kota Bekasi itu sekitar 30 persen," ungkap Tugimin.

Sekitar 70 persen sampah lainnya, sambung Tugimin, berasal dari sejumlah pemukiman liar di sepanjang sempadan sungai di wilayah Kelurahan Bahagia. "Dengan kedalaman sungai sekitar satu meter, sampah di sini sudah ton hitungannya," ujarnya.

Tugimin menambahkan, penumpukan sampah itu telah membuat banjir di wilayah setempat semakin parah. Meski intensitas banjir masih sama seperti biasa, yakni tiga hingga empat kali dalam setahun. Tetapi, penumpukan sampah membuat genangan air surut lebih lama dari biasanya, karena air dari darainase tak lagi bisa mengalir ke sana.

"Ketika banjir sampahnya juga naik ke pemukiman warga," kata dia.

Ketua RW 21 Kelurahan Bahagia, Ariffudin mengatakan, penumpukan sampah itu juga mengakibat warganya terserang penyakit DBD. Setidaknya, dalam sepekan terakhir sudah dua orang warganya yang harus dirujuk ke rumah sakit.

"Nyamuk semakin banyak karena air got gak bisa ke kali. Mampet," ucapnya.

Ariffudin menambahkan, sampah di kali itu juga mengakibatkan ikan tidak ada lagi di sana. Ikan kebanyakan mati dan sebagian beranjak ke arah hilir yang masih bersih dari sampah.

Sekretaris Kelurahan Bahagia, Mawardi mengatakan, penumpakan sampah ini telah telah mendapat perhatian langsung dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Namun, pihak DLH Kabupaten Bekasi belum memberikan respon terkait persoalan ini.

Pihak DLH Kota Bekasi, kata dia, sudah datang ke lokasi pagi ini. Pihaknya pun telah meminta agar DLH Kota Bekasi memasang jaring di perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Sehingga sampah dari kota bisa dihentikan.

Sumber : Republika.co.id (link)